Pengawasan Pemilu di Kota Bandung Dinilai Media, Bawaslu Siap Terima Masukan

Jumat, 04 September 2026 | 05:42:01 WIB
Anggota Bawaslu Kota Bandung, Totok, menyampaikan pandangannya dalam Media Gathering di Pangandaran.

INFOTUNTAS.COM — Totok, yang membidangi Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, menilai pers memiliki posisi strategis dalam menilai kinerja lembaga pengawas pemilu. Ia menegaskan bahwa jurnalis tidak memiliki kepentingan terhadap kelompok tertentu, melainkan bertanggung jawab kepada publik.

"Saya tetap sebagai seorang jurnalis yang ditempatkan di Bawaslu, saya merasa belum bekerja secara maksimal. Karena menurut Pulitzer, satu-satunya ideologi wartawan itu adalah tidak ada keberpihakan. Satu-satunya keberpihakan adalah pada yang dhuafa, yang lemah," ujar Totok dalam kegiatan Media Gathering yang digelar di Pangandaran tersebut.

Jurnalis dan Independensi

Mantan jurnalis media cetak ternama di Jawa Timur itu menyebut profesi jurnalis bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan ideologi. Ia menganalogikan jurnalis seperti seseorang yang berjalan di lorong gelap menuju cahaya di ujung jalan, seorang penyampai kebenaran kepada masyarakat.

Totok juga menjelaskan perbedaan mendasar antara jurnalis, aparat intelijen, dan preman dalam menggali informasi. Menurutnya, intel melaporkan hasil investigasi kepada komandannya, sementara preman memanfaatkan informasi untuk kepentingan pribadi. Jurnalis, lanjutnya, menginvestigasi sebuah peristiwa, mencari sudut pandang yang tepat, lalu menyampaikannya kepada publik tanpa berpihak.

"Ada sebuah peristiwa diinvestigasi, dicari sudut angle yang baik, dielaborasi, lalu disampaikan kepada masyarakat tanpa berpihak, biarlah masyarakat yang akan menilai. Itulah jurnalis," tuturnya.

Penilaian dari Insan Pers

Totok mengaku tidak dapat menilai kinerjanya sendiri secara objektif. Oleh karena itu, ia menyerahkan penilaian tersebut kepada rekan-rekan jurnalis yang memahami tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu berdasarkan pemberitaan dan fakta di lapangan.

"Kawan-kawan yang menelanjangi saya. Saya mempertanggungjawabkan ini kepada kawan-kawan, lalu kawan-kawan mempertanggungjawabkan itu kepada masyarakat," pungkasnya.

Kegiatan diskusi yang mengangkat tema "Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun" ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan narasumber, di antaranya Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Muamarullah, Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiyawan, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2022-2025 Mimah Susanti, Presidium Nasional Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Nuraini, serta Ketua Umum Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) Achmad Satryo Yudhantoko.

Tags

Terkini