Persaingan Motor Listrik China dan Lokal: Pakar Nilai Bukan Sekadar Harga dan Desain

Persaingan Motor Listrik China dan Lokal: Pakar Nilai Bukan Sekadar Harga dan Desain
Wakil Ketua MTI Djoko Setijowarno meninjau ekosistem pendukung motor listrik di Jakarta, Senin (16/6/2025).

INFOTUNTAS.COM — Kehadiran merek motor listrik asal China di pasar Indonesia memang memanaskan persaingan. Namun, Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu mengingatkan bahwa perang harga dan spesifikasi hanyalah permukaan.

"Persaingan di industri motor listrik tidak hanya berada pada unit kendaraan, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya seperti baterai, stasiun pengisian/penukaran baterai, serta layanan purna jual," kata Djoko dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Lokalisasi Baterai Kunci Perkuat Merek Nasional

Program Motor Listrik Nasional yang digaungkan pemerintah tak akan berjalan optimal bila hanya mengandalkan perakitan kendaraan. Djoko menekankan pentingnya integrasi rantai pasok di dalam negeri sebagai fondasi industri yang berkelanjutan.

Ia menilai kemampuan merek nasional untuk bersaing dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terutama dalam produksi baterai dan komponen inti lain. Semakin dalam lokalisasi yang dilakukan, semakin kuat pula posisi tawar industri di tengah gempuran produk impor.

Layanan Purna Jual Jadi Medan Pertempuran Baru

Salah satu celah yang bisa dieksploitasi merek pabrikan lokal adalah kepastian layanan setelah pembelian. Djoko mengatakan, merek asing kerap menghadapi tantangan besar dalam memastikan ketersediaan suku cadang dan keberlangsungan jaringan servis untuk jangka panjang.

"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi merek nasional untuk membangun kepercayaan konsumen melalui jaringan servis yang solid dan jaminan purna jual yang lebih pasti," ujarnya.

Contoh nyata gempuran produk China terlihat di ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran 2025. Keeway EV resmi meluncurkan dua model terbaru mereka, QL-2 dan QL-3, menandakan agresivitas pabrikan asal Tiongkok dalam merebut pangsa pasar pengguna roda dua di Indonesia.

Pada akhirnya, konsumen Indonesia akan semakin jeli. Keputusan membeli motor listrik kini tidak hanya didasari tampilan garasi atau spesifikasi layar instrumen, melainkan juga jawaban atas pertanyaan krusial: di mana bisa tukar baterai, berapa biaya servis berkala, dan apakah suku cadangnya tersedia lima tahun mendatang? Merek yang mampu menjawab pertanyaan itu dengan pasti, dari sisi mana pun asalnya, yang akan keluar sebagai pemenang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index