Polisi Korsel Selidiki 92.800 Laporan Hilang usai Empat Mayat Ditemukan di Jeju

Polisi Korsel Selidiki 92.800 Laporan Hilang usai Empat Mayat Ditemukan di Jeju
Empat jenazah ditemukan di Pulau Jeju dalam 72 jam, memicu penyelidikan internal kepolisian Korea Selatan.

INFOTUNTAS.COM — Penemuan empat jenazah dalam kurun waktu 72 jam di Pulau Jeju mengungkap masalah sistemik pada institusi kepolisian Korea Selatan. Seorang perwira polisi berinisial Bu (35) kini ditahan atas dugaan menutup paksa laporan orang hilang tanpa penyelidikan memadai, memaksa kepolisian nasional membuka kembali puluhan ribu berkas lama.

Kronologi Penemuan dan Modus Penutupan Kasus

Jasad pertama hingga keempat ditemukan di sejumlah lokasi berbeda, mulai dari jalur pendakian hingga dekat jurang di kawasan Aewol-eup, Kota Jeju. Salah satu korban, Jang Mi Ran (37), ditemukan pada Senin (24/8) setelah 104 hari dilaporkan hilang. Dua korban lainnya adalah pria berusia 60-an dan 70-an tahun yang sempat dilaporkan hilang lebih dari 50 hari.

Perwira Bu diduga menutup 298 laporan orang hilang secara prematur. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 kasus tengah diinvestigasi mendalam karena indikasi penyalahgunaan wewenang. Meski Bu mengklaim telah menghubungi keluarga korban sebelum menutup kasus, penyidik tidak menemukan bukti komunikasi yang dinyatakan.

Buntut kasus ini, empat pejabat senior di Kantor Polisi Jeju Seobu dinonaktifkan. Badan Kepolisian Nasional Korsel (NPA) menyatakan tengah melakukan inspeksi internal untuk menelusuri kelalaian pengawasan para atasan.

Bagaimana Reaksi Publik dan Pemerintah?

Kemarahan publik memuncak dan menarik perhatian langsung Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Dalam rapat kabinet pada Selasa (25/8), ia menuntut akuntabilitas tegas dari institusi kepolisian.

"Kerusakan disiplin kepolisian dan sikap tidak bertanggung jawab dalam urusan keselamatan publik belakangan ini telah menjadi masalah yang sangat serius," tegas Lee. "Kepolisian memegang kewenangan yang sangat besar di antara lembaga negara. Tanggung jawab harus diperkuat sebanding dengan besarnya wewenang yang dimiliki."

Kepanikan bertambah setelah seorang mantan anggota polisi ditangkap pada hari yang sama atas dugaan penusukan terhadap mantan istrinya di Kota Seogwipo, Jeju. Insiden beruntun ini memicu pembatalan massal tiket pesawat dan hotel oleh wisatawan, termasuk dari Indonesia yang menikmati bebas visa ke pulau tersebut.

Audit Massal ke Seluruh Kantor Polisi

Imbas skandal ini, institusi kepolisian di seluruh Korea Selatan mulai membuka kembali berkas laporan orang hilang yang pernah ditutup sejak awal 2024. Kepolisian Seoul memeriksa ulang 92.800 kasus, sementara Kepolisian Busan meninjau 25.605 laporan untuk memastikan tidak ada penelantaran kasus serupa.

Langkah ini menjadi babak baru pengawasan internal terbesar bagi kepolisian Korsel. Publik kini menanti hasil investigasi mendalam untuk memastikan tidak ada lagi keluarga korban yang kehilangan hak atas keadilan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index