INFOTUNTAS.COM — PT PLN Energi Gas menggandeng Polda Kalimantan Utara untuk memperkuat pengamanan Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan. Kerja sama ini bertujuan menjaga pasokan gas bagi pembangkit listrik di Tarakan agar tetap aman dan andal.
Penandatanganan Pedoman Kerja Teknis dilakukan antara PLN Energi Gas dan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Kalimantan Utara. Kesepakatan itu mencakup pengamanan objek vital nasional dan objek tertentu di area operasi perusahaan.
Direktur Operasi PLN Energi Gas Mohammad Faradhy menegaskan bahwa keandalan infrastruktur energi tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis semata. Menurutnya, sistem pengamanan yang terkoordinasi dan responsif menjadi faktor penentu lainnya.
"Keandalan infrastruktur energi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan fasilitas dan aspek teknis, tetapi juga membutuhkan sistem pengamanan yang terkoordinasi dan responsif," kata Faradhy, dikutip dari Antara, Jumat, 18 September.
Peran Vital LNG Tarakan bagi Listrik Warga
Fasilitas LNG Tarakan memegang posisi strategis dalam rantai pasok bahan bakar gas untuk pembangkit listrik di kawasan Kalimantan Utara. Keberadaannya memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkitan listrik PLN Group.
Bagi masyarakat Tarakan dan sekitarnya, kelancaran operasional fasilitas ini berdampak langsung pada stabilitas pasokan listrik sehari-hari. Gangguan sekecil apa pun pada fasilitas dapat berimbas pada keandalan listrik rumah tangga, usaha, hingga layanan publik.
PLN Energi Gas berharap pedoman kerja teknis ini memperkuat sinergi dengan Polda Kalimantan Utara. Tujuannya agar fasilitas dapat terus beroperasi secara aman dan andal.
"Melalui pedoman kerja teknis ini, kami berharap sinergi antara PLN Energi Gas dan Polda Kalimantan Utara semakin kuat dalam menjaga keamanan Fasilitas Penyimpanan dan Regasifikasi LNG Tarakan, sehingga dapat terus beroperasi secara aman dan andal," ujar Faradhy.
Mitigasi Gangguan dan Manajemen Risiko
Pedoman tersebut menjadi dasar koordinasi teknis antara kedua pihak dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat mengganggu operasional. Pengamanan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter operasional fasilitas.
Direktur Pamobvit Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Joko Bintoro menyebut koordinasi antara kepolisian dan pengelola fasilitas sebagai kunci utama. Menurutnya, sinergi menjadi fondasi sistem pengamanan yang efektif.
"Sinergi dan koordinasi menjadi kunci dalam penyelenggaraan pengamanan objek vital dan objek tertentu," kata Joko.
Kerja sama ini juga mencerminkan penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko PLN Energi Gas. Aspek keamanan, keselamatan, dan keberlangsungan operasional aset strategis menjadi prioritas utama.
PLN Energi Gas merupakan anak usaha PT PLN Energi Primer Indonesia. Langkah pengamanan ini menegaskan posisi fasilitas LNG Tarakan sebagai aset vital yang menopang ketahanan energi di Kalimantan Utara.