Gempa Flores: 142 Orang Meninggal, 94 Korban Masih di Pengungsian

Kamis, 17 September 2026 | 00:50:02 WIB

INFOTUNTAS.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 142 orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 94 korban meninggal di lokasi pengungsian, sementara korban jiwa langsung akibat guncangan gempa hanya sekitar 48 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci perbedaan angka korban tersebut dalam konferensi pers daring, Selasa (15/9/2026). Menurut dia, mayoritas korban meninggal justru tidak tertimpa bangunan saat gempa terjadi.

"Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang," kata Berton.

Pengungsi Turun Drastis dari 150 Ribu Jiwa

BNPB mencatat 46.046 orang masih mengungsi akibat terdampak bencana gempa di Flores. Angka itu turun jauh dibandingkan periode sebelumnya yang sempat menembus 150 ribu jiwa.

"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.046 jiwa," ujar Berton.

Penurunan jumlah pengungsi menandakan sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Namun, BNPB belum bisa memastikan berapa banyak yang benar-benar layak kembali karena proses pendataan masih berjalan.

103.427 Rumah Dilaporkan Rusak, Masih Diverifikasi

Total rumah yang dilaporkan rusak akibat gempa mencapai 103.427 unit. BNPB belum mengunci angka itu karena tim masih melakukan validasi dan verifikasi di lapangan.

Berton menyebut verifikasi diperlukan untuk memperoleh data by name by address. Setiap rumah yang rusak harus diketahui pemiliknya dan alamatnya secara jelas.

"Tim kami saat ini sedang melakukan validasi maupun verifikasi data tentang kerusakan ini karena kami juga perlu memperoleh by name by address atau setiap rumah tersebut siapa pemiliknya dan alamatnya di mana yang jelas," kata dia.

Presiden Pastikan Penanganan Lintas Instansi

Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak masyarakat terdampak di berbagai wilayah Indonesia. Ia memastikan pemerintah pusat hingga daerah turun langsung menangani dampak bencana.

"Juga masih banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi, tetapi seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, semua instansi terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan," kata Prabowo di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). Data korban dan kerusakan masih bergerak seiring proses verifikasi yang dilakukan BNPB bersama pemerintah daerah setempat.

Terkini