Anggaran Produksi GTA 6 Tembus Rp 24 Triliun, Rekor Terbesar di Industri Hiburan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:34:01 WIB
Anggaran produksi GTA 6 dilaporkan menembus Rp 24 triliun, menjadikannya yang terbesar di industri hiburan.

INFOTUNTAS.COM — Angka fantastis itu bukan tanpa alasan. Proses pengembangan GTA 6 yang berlangsung hampir satu dekade, melibatkan ribuan tenaga kerja mulai dari aktor, penulis naskah, programmer, animator, hingga desainer. Aaron Garbut, salah satu pimpinan Rockstar North, mengungkapkan kepada The New York Times bahwa GTA 6 akan menghadirkan 600.000 animasi—dua kali lipat dari game sebelumnya, Red Dead Redemption 2, dan lebih dari sepuluh kali lipat dibanding GTA V yang hanya memiliki 55.000 animasi.

Mengapa Biaya Produksi Game Modern Meroket?

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada GTA 6. Industri game global memang sedang mengalami inflasi biaya produksi yang signifikan. Dokumen pengadilan pada 2023 mengungkapkan bahwa Sony menghabiskan USD 212 juta untuk Horizon Forbidden West dan USD 220 juta untuk The Last of Us: Part II.

Angka yang lebih mengejutkan datang dari Activision. Berdasarkan filing pengadilan terbaru, biaya pengembangan Call of Duty: Black Ops Cold War menembus USD 700 juta sepanjang siklus hidupnya. Biaya ini membengkak karena game modern bertipe live service membutuhkan pengembangan berkelanjutan untuk konten baru seperti peta, mode permainan, dan item kosmetik.

Bandingkan dengan Film Hollywood dan Game Lain

Untuk memberi perspektif, film termahal sepanjang sejarah—Avatar—menghabiskan biaya produksi sekitar USD 350-400 juta. Artinya, anggaran GTA 6 bisa membiayai tiga hingga empat film sekelas Avatar sekaligus. Satu-satunya game yang mendekati angka tersebut adalah Star Citizen, yang telah mengumpulkan lebih dari USD 1 miliar melalui crowdfunding sejak 2011, namun hingga kini belum pernah mencapai status "selesai" dan versi single-player-nya baru dijadwalkan rilis pada 2027—terlambat 13 tahun dari target awal.

Apakah Investasi Raksasa Ini Sepadan?

Secara bisnis, keputusan Rockstar dan penerbit Take-Two Interactive untuk menggelontorkan dana sebesar itu bisa dibilang masuk akal. Data pendapatan yang sempat bocor menunjukkan GTA Online—mode multiplayer yang dirilis sejak 2013—masih menghasilkan jutaan dolar setiap minggunya dari transaksi mikro dan langganan GTA+.

Sebagai perbandingan, GTA V mencetak pendapatan USD 800 juta hanya dalam sehari setelah rilis pada 2013, dan total pendapatannya kini telah menembus angka USD 10 miliar. Dengan basis penggemar yang sudah terbentuk selama lebih dari satu dekade, GTA 6 diyakini akan mengulang—atau bahkan melampaui—kesuksesan tersebut. Mode online-nya pun diprediksi akan menjadi ladang pendapatan jangka panjang selama sepuluh tahun ke depan.

Jadwal Rilis dan Tantangan Produksi

Meski dana melimpah, perjalanan produksi GTA 6 tidak mulus. Rockstar sempat beberapa kali menunda perilisan game ini. Awalnya dijadwalkan rilis pada 2025, kemudian mundur ke Mei 2026, dan akhirnya dipastikan rilis pada November 2026. Mode single-player akan hadir lebih dulu, sementara mode online menyusul di kemudian hari.

Kompleksitas teknis yang luar biasa juga berdampak pada kondisi kerja para pengembang. Industri game besar kerap menghadapi kritik terkait praktik crunch—lembur paksa menjelang perilisan—yang menjadi konsekuensi logis dari ambisi produksi yang semakin besar. Bagi gamer Indonesia yang sudah menantikan sekuel ini sejak 2013, November 2026 masih terasa jauh, tapi satu hal yang pasti: GTA 6 akan menjadi tonggak baru dalam sejarah industri hiburan digital.

Tags

Terkini